Malaysia

 file-1.JPG

Gunakan Koran, Siswa Pecahkan Kasus Penculikan

Studi banding guru-guru favorit versi pembaca Radar Cirebon ke tiga negara, Singapura, Malaysia dan Thailand yang dimulai Sabtu (15/7/06) hingga Sabtu (22/7/06) membawa manfaat yang luar biasa. Banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari sekolah-sekolah yang dikunjungi di sana.

***

Rombongan guru favorit Cirebon bersama guru favorit dari Tegal, Provinsi Banten, Jambi, Lampung dan Bengkulu seakan tak pernah capek. Memang, mereka sempat beristirahat satu malam di Genting Highland setelah menempuh perjalanan jauh yang sangat melelahkan menggunakan bus dari Singapura. Ya, para guru itu tetap tampak “kehausan” untuk mencari tahu dan menimba ilmu.

Ini terlihat dari antusiasme mereka saat mengunjungi salah satu sekolah terbaik di sana yakni Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bandar Utama di Petaling Jaya. Lokasi sekolah itu kira-kira 45 menit dari Kuala Lumpur.

Di SMK Bandar Utama ini, hampir semua rombongan guru favorit dibuat kagum. Sebab, sistem pendidikan yang ada di sana jauh lebih baik. Di SMK Bandar Utama, para siswa tidak hanya dituntut untuk mempelajari ilmu pengetahuan dari mata pelajaran yang ada, melainkan berkreativitas sendiri. Salah satunya dengan menggunakan surat kabar terkemuka The Star.

Para siswa sempat mempraktikkan bagaimana mereka mengasah logika menggunakan koran. Oleh guru mereka, siswa yang tiap kelas hanya berjumlah sekitar 30 orang itu dibagi dalam enam kelompok. Mereka diberi tugas memecahkan sebuah kasus penculikan yang nantinya harus dibahas bersama-sama.

Setelah semuanya mengerjakan secara berkelompok, mereka lalu mempresentasikan alasan-alasannya. Di sinlah terjadi debat yang cukup seru. Masing-masing kelompok harus bisa mempertahankan pendapat mereka dengam memberikan alasan yang logis atau masuk akal. Meski sedikit tegang, sesion “saling bantai” itu tetap diakhiri dengan kegembiraan tanpa ada rasa permusuhan.

Selain melihat metode pengajaran, para guru juga tak habis-habisnya memberondong pertanyaan soal sistem dan kebijakan di sekolah tersebut. Setelah puas “belajar” di SMK Bandar Utama, siang harinya rombongan mengunjungi percetakan koran berbahasa Inggris terbesar The Star di Selangor.

Rasa kagum juga kembali dirasakan oleh hampir seluruh rombongan begitu meginjakkan kaki di sana. Selain karena bangunannya yang sangat besar dan megah, diketahui harian The Star dicetak 350.000 eksemplar perhari dengan jumlah 200 halaman dan dijual 0,8 RM (Ringgit Malaysia). Satu RM sekitar Rp3.000. Padahal ongkos cetak koran per eksemplarnya sebesar 1 RM.

Ketika rombongan diperbolehkan masuk ke ruang mesin percetakan, terlihat pemandangan mengesankan. Selain, ruangan mesin cetak The Star sangat bersih, juga kemampuan mencetaknya yang luar biasa. Mesin Goss canggihnya mereka mampu mencetak 80.000 eksemplar setiap jamnya, jauh dibanding kemampuan mesin milik Radar Cirebon, yang hanya 15.000 eks per jam. (bersambung/1)

0 Responses to “Malaysia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2006
M T W T F S S
    Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Flickr Photos

6922

untitled

Coigach

More Photos

Top Posts


%d bloggers like this: