Singapura

file-5.JPG

Melawat ke KBRI Serasa di Rumah Sendiri

Kunjungan tiga hari di Singapura, dimanfaatkan betul oleh rombongan guru favorit. Setelah melihat modernnya sekolah dasar Yangzheng Primary School, tempat berikutnya adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura sekaligus melihat dari dekat Sekolah Indonesia Singapura (SIS).

***

Bangga rasanya ketika melihat kantor KBRI Singapura, di Melawai Road. Betapa tidak, kantor tersebut sangat megah dan besar. Ketika menginjakkan kaki di halaman kantor langsung terasa “udara” tanah air. Segar, karena di sana sangat rimbun pepohonan. “Seperti di rumah sendiri,” kata Manajer Sirkulasi Radar Cirebon, Luluk A Kholik sambil tersenyum.

Suasana di lingkungan KBRI memang sangat Indonesia banget. Bahkan, ada beberapa guru favorit berteriak karena merasa bebas bicara menggunakan bahasa Indonesia. Ini berbeda dengan kunjungan sebelumnya, mereka cukup kesulitan karena harus pandai cas-cis-cus.

Dalam lawatan ini, rombongan diterima oleh Kepala Bagian Ekonomi Siti Mizamiah, Kepala Bagian Ekonomi Pers dan Politik, Tomi Fidaus serta Kepala Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Drs Wirsam. Sekitar 45 menit rombongan beramah-tamah dengan staf KBRI sambil menikmati jamuan yang telah disediakan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) di 20A Siglap Road.

Di Sekolah Indonesia Singapura ini tak ubahnya seperti rombongan ketika berkunjungan ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia (SIK). Bedanya, kalau di SIS bangunan lebih megah dan bertingkat, sementara di SIK, arsitektur bangunannya tempo doeloe.

Sayangnya, ketika rombongan guru favorit berkunjung ke SIS tak bisa melihat kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab, kunjungan itu diluar jadwal. Apalagi datangnya rombongan ke sekolah tersebut sore hari, KBM sudah selesai. Namun demikian, Kepala SIS Drs Wirsam dan staf guru ltetap menyambut hangat. Bahkan, oleh pihak sekolah, rombongan guru favorit diajak berkeliling ke setiap ruang kelas.

Menurut Wirsam, jumlah keseluruhan siswa di SIS sebanyak 350 orang. Siswa TK 15 orang, SD 115, SMP 132 dan sisanya SMA. “Untuk tahun ajaran baru ini siswa TK di SIS hanya ada 5 orang,” tuturnya. Alasan merosotnya siswa baru masuk ke SIS, kata Wirsam, selain berkurangnya jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di Singapura, juga karena ada yang lebih mementingkan anaknya menuntut ilmu di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Wirsam mengungkapkan rasa bangga atas kerja keras semua jajarannya selama ini. “Kami bangga, di UN (ujian nasional, red) lalu semua siswa SMA SIS ini lulus 100 persen. Dan, banyak lulusan SIS diterima di UI, ITB dan Unpad Bandung. Bahkan, sudah ada siswa kami yang terbang ke Jerman untuk melanjutkan kuliah, karena diterima di sana,” ucapnya bangga

Mengenai sistem pendidikan di SIS, Wirsam menjelaskan, tidak berbeda dengan di Indonesia. Sebab, semua sekolah Indonesia yang berada diluar negeri yang berjumlah 13 sekolah itu tetap mengacu pada kurikulum tahun 2004.(*/5-habis)

0 Responses to “Singapura”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2006
M T W T F S S
    Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Flickr Photos

6922

untitled

Coigach

More Photos

Top Posts


%d bloggers like this: